BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia
sebagai negara berkembang mengalami perubahan dari negara bercorak agraris
menuju industri, dimana di negara industri ini akan semakin banyak perusahaan-perusahaan
dengan produk sejenis sebagai pesaing. Sehingga akan terjadi persaingan dalam
memperebutkan pangsa pasar dan konsumen. Dalam hal ini perusahaan hendaknya
mengetahui pasar dimana produk atau jasa yang diproduksi akan ditawarkan atau
dipasarkan. Suatu usaha tidak akan mampu bertahan ketika perusahaan itu tidak
mampu lagi bersaing dengan usaha-usaha lain.
Menurut
Porter, intensitas persaingan dalam suatu industri/perusahaan bukanlah masalah
kebetulan atau nasib buruk. Sebaliknya, persaingan dalam suatu industri atau
perusahaan berakar dalam struktur ekonomi yang mendasarinya dan berjalan diluar
perilaku persaingan yang ada.[1]
Tuntutan-tuntutan
tersebut diakibatkan karena kebutuhan yang terus meningkat dan juga semakin
banyaknya serta beranekaragamnya produk yang ditawarkan, tidak lagi berbanding
lurus dengan pendapatan konsumen. Pendapatan riil masyarakat pada dasarnya
dalam beberapa tahun terakhir ini tidak meningkat, kalaupun sebagian ada yang
mengalami peningkatan, percepatannya tidak seimbang atau kalah dengan
tuntutan-tuntutan kebutuhan. Fenomena tersebut apabila dicari landasan
idealnya, sejalan dengan ayat dalam ayat dalam QS. at-Thalaq/65:3
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا
يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ
بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Terjemahan:
dan
memberinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang
bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-Nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS.at-Thalaq/65:3)[2]
Dari
ayat diatas telah jelas bahwa rizki akan datang secara tidak disangka-sangka
dan barang siapa yang mau berusaha maka Allah swt, akan mencukupkan apa yang
hamba-Nya butuhkan.
Pemasaran sering
di artikan dengan penjualan. Pengertian pemasaran sebenarnya lebih luas dan
kegiatan penjualan. Bahkan sebaliknya, penjualan adalah sebagian dari kegiatan
pemasaran. Pemasaran tidak hanya meliputi kegiatan menjual barang dan jasa
saja, tetapi mencakup beberapa kegiatan lain yang cukup kompleks seperti riset
mengenai perilaku konsumen, riset menganai potensi pasar, kegiatan untuk
mengembangkan produk baru, dan kegiatan mendistribusikan dan mempromosikan
barang yang dijual.[3]
William stanton
menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis
yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli
yang ada maupun pembeli potensial.[4]Dapat
dikatakan bahwa pemasaran adalah proses sosial yang dengannya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan
pihak lain.
Keputusan-keputusan
dalam pemasaran harus dibuat untuk menentukan produk dan pasarnya, harganya,
dan promosinya. Kegiatan pemasaran tidak bermula pada saat selesainya proses
produksi, juga tidak berahir pada saat penjualan dilakukan. Perusahaan harus
dapat memberikan kepuasan kepada konsumen jika mengharapkan usahanya dapat
berjalan terus, atau konsumen menpunyai pandangan yang baik terhadap
perusahaan. Jadi, jaminan yang baik atas barang dan jasa dapat dilakukan
sesudah penjualan.[5]
Pada
saat pemasaran atau jual beli banyak memiliki konsep yang berbeda-beda. Dengan
berkembangnya masyarakat kita yang semakin banyak, pemasar menyadari bahwa
tujuan utama pemasaran bukan lagi sebatas pertukaran transaksional yang
bersifat jangka pendek dengan sasaran akhir terjadinya penjualan. Orientasi
pemasaran saat ini adalah terciptanya hubungan jangka panjang yang
berkelanjutan dan saling menguntungkan antara perusahaan dan pelanggan.
Dalam menghadapi
perdagangan bebas saat ini setiap perusahaan mengubah format strategi usahanya,
salah satunya berorientasi pada bagaimana membangun perusahaan yang kuat, untuk
membangun perusahaan yang kuat, perusahaan harus mampu bertahan dan bersaing
salah satunya dengan mengambangkan strategi pemasarannya agar tetap bertahan
ditengah gelombang persaingan untuk memasuki pasar yang kompetitif.
Kegiatan
pemasaran pada intinya memfokuskan diri pada produk, penetapan harga, kebijakan
distribusi dan cara promosi, yang dalam hal ini dikenal dengan bauran
pemasaran. Kegiatan pemasaran tentunya membutuhkan suatu strategi, strategi ini
tentu harus mampu memberikan konstribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan
yaitu peningkatan mutu dan perluasan jaringan pemasaran. Bauran pemasaran (marketing
mix) adalah strategi pemasaran untuk menggunakan dan mengefektifkan produk,
periklanan, harga, saluran distribusi, dan unsur-unsur lain. Salah satu cara
untuk mengetahui dan mengidentifikasi sebuah keberhasilan dalam pemasaran yaitu
dengan bauran pemasaran.
Strategi
pemasaran dengan memperhatikan produk yang dihasilkan berkualitas akan
mempengaruhi tingkat penjualan, harga yang ditawarkan kepada konsumen
terjangkau atau sesuai kebutuhan yang diharapkan oleh konsumen sehingga akan
meningkatkan penjualan. Promosi yang dilakukan secara rutin baik melalui media
massa dan media elektronik akan mempengaruhi minat konsumen terhadap produk
yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Saluran distribusi yaitu penempatan
lokasi perusahaan yang terjangkau atau strategis, sehingga memudahkan konsumen
untuk datang atau mengadakan transaksi akan produk tersebut. Dari pentingnya
peranan marketing mixdalam usaha meningkatkan penjualan atau pencapaian
laba yang diharapkan perusahaan, maka perusahaan harus tepat dalam menerapkan
strategi pemasaran.
Salah satu
perusahaan yang menggunakan teori bauran pemasaran adalah Rumah Jahit Akhwat
Makassar. Berkembang atau tidaknya sebuah perusahaan dapat dilihat melalui
perumusan marketing mix secara efektif.
Berkaitan dengan
hal tersebut, maka penulis memilih penelitian yang mengambil fokus pada
pengaruh marketing mix dan peningkatan volume penjualan dengan judul : Pandangan
Ekonomi Islam Terhadap Pengaruh Marketing Mix Dalam Meningkatkan Volume
Penjualan Produk Rumah Jahit Akhwat (RJA) Kecamatan Panakkukang Kota Makassar.
B. Fokus
Penelitian dan Deskripsi Fokus
1. Fokus
Penelitian
Rencana
penelitian ini berjudul “Pandangan Ekonom Islam Terhadap Pengaruh Marketing
mix Dalam Meningkatkan Volume
Penjualan Produk Rumah Jahit Akhwat (RJA) Kecamatan Panakkukang Kota Makassar”.
Oleh karena itu maka penelitian ini akan difokuskan pada pandangan ekonomi
islam terhadap marketing mix yang dilakukan oleh Rumah Jahit Akhwat kota
Makassar.
Untuk memudahkan
pembaca dalam memahami isi penelitian ini serta menghindari adanya ketidakpahaman,
maka penulis memberikan pengertian terhadap kata-kata yang dianggap penting
dalam judul tersebut sebagai berikut:
a. Menurut
Philip Kotler, pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan
kelompok mendapatkan sesuatu yang diperlukan dan diingina dengan menciptakan,
menawarkan, dan saling bertukar produk dan layanan yang bernilai secara bebas.[6]
b. Pengertian
bauran pemasaran (marketing mix) menurut Sofjan Assuari merupakan
kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran,
variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para
pembeli atau konsumen.[7]
c. Volume
penjualan
Menurut Rangkuti volume penjualan adalah pencapaian yang dinyatakan
secara kuantitatif dari segi fisik, volume atau unit suatu produk. Volume
penjualan merupakan suatu yang menandakan naik turunnya penjualan dan dapat
dinyatakan dalam bentuk unit, kilo, ton atau liter.[8]
Volume penjualan merupakan jumlah total yang dihasilkan dari
kegiatan penjualan barang. Semakin besar jumlah penjualan yang dihasilkan
perusahaan, semakin besar kemungkinan laba yang dihasilkan perusahaan.
2. Deskripsi
Fokus
Berdasarkan pada
fokus penelitian dari judul tersebut di atas, dapat dideskripsikan berdasarkan
permasalahan dan pendekatan penelitian ini, bahwa marketing mixyang
dilakukan Rumah Jahit Akhwat dalam meningkatkan volume penjualan merupakan
suatu upaya konkrit yang dilakukan untuk memengaruhi strategi bauran pemasaran
Islami terhadap para pengusaha lain untuk mewujudkan pengusaha yang memiliki
sikap dan perilaku yang terpuji
C. Rumusan
Masalah
Berangkat dari
latar belakang yang telah dipaparkan diatas, dapat dirumuskan permasalahan
penelitian sebagai barikut bagaimana pandangan ekonomi Islam terhadap pengaruh marketing
mix dalam meningkatkan volume penjualan produk Rumah Jahit Akhwat (RJA) kecamatan
Panakkukang kota Makassar?
D. Kajian
Pustaka
Kajian pustaka
yang dimaksud dalam skripsi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan masalah
pokok yang dibahas daam teori yang ada didalam buku dan hanya mengacu pada
pandangan ekonomi islam terhadap pengaruh marketing mix dalam
meningkatkan volume penjualan produk Rumah Jahit akhwat (RJA) kecamatan
Panakkukang Kota Makassar. Maka peneliti menggunakan beberapa penelitian
terdahulu yang memiliki kemiripan dengan judul yang diambil peneliti.
Penelitian-penelitian tersebut diantaranya:
1.
Penelitian yang telah dilakukan oleh Dwi
Lestari yang berjudul “Strategi
Bauran Pemasaran ( Marketing Mix) Produk Lumpia Bom Pespektif Ekonomi Islam
(Studi Kasus CV. Extra Pedas Purwokerto)”. Dari hasil penelitian tersebut strategi
bauran pemasaran yang dilakukan oleh CV. Extra Pedas Purwokerto sudah cukup
bagus, namun masih ada unsur bauran pemasaran yang masih perlu diperbaiki,
yaitu aspek promosi. Dimana CV Extra Pedas Porwokerto menggunakan kata-kata
yang berlebihan untuk menarik pembelinya yaitu dengan menggunakan kata-kata
“Lumpia Bom merupakan makanan unik khas Banyumas”. Hal ini tidak benar adanya,
karena makanan ini belum terdaftar pada Kabupaten Banyumas sebagai makanan khas
daerah Banyumas.[9]
2. Penelitian
yang telah dilakukan oleh Ni’matul Maula yang berjudul “Strategi Bauran
Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Sandal Perspektif Ekonomi
Islam (Studi Kasus Sandal Bandol Nanang Collection Di Desa Kebenaran, Kecamatan
Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas)”. Dari hasil penelitian
tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dalam bauran pemasaran yang
meliputi produk, harga, distribusi dan promosi yang diterapkan oleh produsen
Nanang Collection sudah sesuai dengan konsep ekonomi Islam. Strategi bauran
pemasaran yang diterapkan home industry Nanang Collection mempunyai
dampak terhadap volume penjualan produknya. Dapat diketahui bahwa volume
penjualan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa strategi bauran pemasaran yang digunakan oleh home industry Nanang
Collection memberikan dampak positif bagi perusahaan.[10]
3. Penelitian
yang dilakukan oleh Nurdyansah yang berjudul “Penerapan Strategi Bauran
Pemasaran Dalam Pespektif Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam (Studi Kasus
pada Usaha Kecil Tahu Jawa di Desa Branggahan-Kediri”. Dalam penelitian
ini, penerapan strategi bauran pemasaran Tahu Jawa di Desa Branggahan-Kediri
belum optimal baik dilihat dari perspektif ekonomi konvensional dan ekonomi
Islam karena masih menggunakan teknik personal selling, yaitu dengan
berjualan keliling pada proses pemasarannya.[11]
4. Penelitian
yang dilakukan oleh Siti susanti yang berjudul “Analisis Strategi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor
PT. Federal Internasional Finance (F.I.F) Syariah Ditinjau dari Perspektif
Islam”. Dalam penelitian ini, konsep
strategi yang digunakan PT F.I.F Syariah yaitu dengan konsep office
channeling. Tersedianya layanan syariah di setiap dealer-dealer Honda yang
tersedia di seluruh daerah dengan 124 cabang F.I.F Syariah dan 300 cabang
pembantu di Indonesia.[12]
E. Tujuan
dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan ekonomi Islam terhadap
pengaruh marketing mixdalam meningkatkan volume penjualan produkRumah
Jahit Akhwat (RJA) kecamatan Panakkukang kota Makassar.
2. Manfaat
Penelitian
Manfaat yang
diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:
a. Secara
teoritis
1) Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi perkembangan ilmu
pengetahuan dibidang ekonomi khususnya masalah
yang berkaitan dengan marketing mixIslami
2) Hasil
penelitian ini digunakan sebagai referensi untuk kegiatan penelitian sejenis
pada waktu yang akan datang.
b. Secara
Praktis
1) Diharapkan
dapat memberikan informasi yang konstruktif guna dijadikan bahan masukan bagi
pemilik Rumah Jahit Akhwatdalam menerepkan marketing mix untuk meninkatkan
volume penjualan.
2) Diharapkan
kepada perusahaan lain untuk mengamplikasikan bagaimana marketing mix yang
telah diterapkan oleh nabi Muhammad saw.
[1] Michael
Porter. Keunggulan Bersaing, (Jakarta;
Erlangga,1994), h. 2
[2] Depertemen
Aagara RI, Al-uran dan Terjemahannya, (Bandung: PT. Sygma Examedia
Arkanleema, 2009), h.558
[3] Prof. Dr. H.
Indri, M.Ag. Hadis Ekonomi : Ekonomi
dalam Perspektif Hadis Nabi (Jakarta; Prenadamedia group,2015), h. 263
[4] Prof. Dr. H.
Indri, M.Ag. Hadis Ekonomi : Ekonomi
dalam Perspektif Hadis Nabi, h. 263
[5] Basu swastha
DH. SE.,MBA. dan Ibnu Sukatjo W. SE., Pengantar
Bisnis Modern : Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern edisi ketiga, (Yogyakarta:
Liberty Yogyakarta, 2007), h. 179
[6]Arif Yusuf
Hamali, Pemahaman Strategi Bisnis dan Kewirausahaan Edisi Pertama. (Jakarta:Prenadamedia
Group, 2016), h.196
[7] Sofjan
Assuari, Managemen Pemasaran dasar, konsep dan strategi, (Jakarta:Rajawali
Pers, 2015), h.198
[8] Freddy
Rangkuti, Strategi Promosi Yang
Kreatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009), h. 207
[9]Dwi Lestari, Strategi
Bauran Pemasaran (Marketing Mix) produk Lumpia Bom Perspektif Ekonomi Islam (Studi
Pada CV. Extra Pedas Purwokerto) (Purwokwrto: STAIN Purwokerto, 2014)
[10]Ni’matul Maula, Strategi
Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Sandal Perspektif
Ekonomi Islam (Studi Kasus Sandal Bandol Nanang Collection Di Desa Kebenaran,
Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas) (Purwokerto:IAIN
Purwokwrto, 2016)
[11]Nurdyansah, Penerapan
Strategi Bauran Pemasaran dalam Perspektif Ekonomi Konvensional dan Ekonomi
Islam (Studi Kasus pada Usaha Kecil Tahu Jawa di Desa Branggas-Kediri)(Malang:
UIN Malang, 2008)
[12]Siti Susanti, Analisis
Strategi Pemasaran Pembiayaan
Sepeda Motor PT. Federal Internasional Finance (F.I.F) Syariah Ditinjau dari
Perspektif Islam, (Jakarta:UIN Syarif Hidayatullah, 2010)