Jumat, 11 Agustus 2017

Pandangan Ekonom Islam Terhadap Pengaruh Marketing mix Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Rumah Jahit Akhwat (RJA) Kecamatan Panakkukang Kota Makassar



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Indonesia sebagai negara berkembang mengalami perubahan dari negara bercorak agraris menuju industri, dimana di negara industri ini akan semakin banyak perusahaan-perusahaan dengan produk sejenis sebagai pesaing. Sehingga akan terjadi persaingan dalam memperebutkan pangsa pasar dan konsumen. Dalam hal ini perusahaan hendaknya mengetahui pasar dimana produk atau jasa yang diproduksi akan ditawarkan atau dipasarkan. Suatu usaha tidak akan mampu bertahan ketika perusahaan itu tidak mampu lagi bersaing dengan usaha-usaha lain.
Menurut Porter, intensitas persaingan dalam suatu industri/perusahaan bukanlah masalah kebetulan atau nasib buruk. Sebaliknya, persaingan dalam suatu industri atau perusahaan berakar dalam struktur ekonomi yang mendasarinya dan berjalan diluar perilaku persaingan yang ada.[1]
Tuntutan-tuntutan tersebut diakibatkan karena kebutuhan yang terus meningkat dan juga semakin banyaknya serta beranekaragamnya produk yang ditawarkan, tidak lagi berbanding lurus dengan pendapatan konsumen. Pendapatan riil masyarakat pada dasarnya dalam beberapa tahun terakhir ini tidak meningkat, kalaupun sebagian ada yang mengalami peningkatan, percepatannya tidak seimbang atau kalah dengan tuntutan-tuntutan kebutuhan. Fenomena tersebut apabila dicari landasan idealnya, sejalan dengan ayat dalam ayat dalam QS. at-Thalaq/65:3
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Terjemahan:
dan memberinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-Nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS.at-Thalaq/65:3)[2]
Dari ayat diatas telah jelas bahwa rizki akan datang secara tidak disangka-sangka dan barang siapa yang mau berusaha maka Allah swt, akan mencukupkan apa yang hamba-Nya butuhkan.
Pemasaran sering di artikan dengan penjualan. Pengertian pemasaran sebenarnya lebih luas dan kegiatan penjualan. Bahkan sebaliknya, penjualan adalah sebagian dari kegiatan pemasaran. Pemasaran tidak hanya meliputi kegiatan menjual barang dan jasa saja, tetapi mencakup beberapa kegiatan lain yang cukup kompleks seperti riset mengenai perilaku konsumen, riset menganai potensi pasar, kegiatan untuk mengembangkan produk baru, dan kegiatan mendistribusikan dan mempromosikan barang yang dijual.[3]
William stanton menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.[4]Dapat dikatakan bahwa pemasaran adalah proses sosial yang dengannya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.
Keputusan-keputusan dalam pemasaran harus dibuat untuk menentukan produk dan pasarnya, harganya, dan promosinya. Kegiatan pemasaran tidak bermula pada saat selesainya proses produksi, juga tidak berahir pada saat penjualan dilakukan. Perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen jika mengharapkan usahanya dapat berjalan terus, atau konsumen menpunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan. Jadi, jaminan yang baik atas barang dan jasa dapat dilakukan sesudah penjualan.[5]
Pada saat pemasaran atau jual beli banyak memiliki konsep yang berbeda-beda. Dengan berkembangnya masyarakat kita yang semakin banyak, pemasar menyadari bahwa tujuan utama pemasaran bukan lagi sebatas pertukaran transaksional yang bersifat jangka pendek dengan sasaran akhir terjadinya penjualan. Orientasi pemasaran saat ini adalah terciptanya hubungan jangka panjang yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara perusahaan dan pelanggan.
Dalam menghadapi perdagangan bebas saat ini setiap perusahaan mengubah format strategi usahanya, salah satunya berorientasi pada bagaimana membangun perusahaan yang kuat, untuk membangun perusahaan yang kuat, perusahaan harus mampu bertahan dan bersaing salah satunya dengan mengambangkan strategi pemasarannya agar tetap bertahan ditengah gelombang persaingan untuk memasuki pasar yang kompetitif.
Kegiatan pemasaran pada intinya memfokuskan diri pada produk, penetapan harga, kebijakan distribusi dan cara promosi, yang dalam hal ini dikenal dengan bauran pemasaran. Kegiatan pemasaran tentunya membutuhkan suatu strategi, strategi ini tentu harus mampu memberikan konstribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan yaitu peningkatan mutu dan perluasan jaringan pemasaran. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah strategi pemasaran untuk menggunakan dan mengefektifkan produk, periklanan, harga, saluran distribusi, dan unsur-unsur lain. Salah satu cara untuk mengetahui dan mengidentifikasi sebuah keberhasilan dalam pemasaran yaitu dengan bauran pemasaran.
Strategi pemasaran dengan memperhatikan produk yang dihasilkan berkualitas akan mempengaruhi tingkat penjualan, harga yang ditawarkan kepada konsumen terjangkau atau sesuai kebutuhan yang diharapkan oleh konsumen sehingga akan meningkatkan penjualan. Promosi yang dilakukan secara rutin baik melalui media massa dan media elektronik akan mempengaruhi minat konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Saluran distribusi yaitu penempatan lokasi perusahaan yang terjangkau atau strategis, sehingga memudahkan konsumen untuk datang atau mengadakan transaksi akan produk tersebut. Dari pentingnya peranan marketing mixdalam usaha meningkatkan penjualan atau pencapaian laba yang diharapkan perusahaan, maka perusahaan harus tepat dalam menerapkan strategi pemasaran.
Salah satu perusahaan yang menggunakan teori bauran pemasaran adalah Rumah Jahit Akhwat Makassar. Berkembang atau tidaknya sebuah perusahaan dapat dilihat melalui perumusan marketing mix secara efektif.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulis memilih penelitian yang mengambil fokus pada pengaruh marketing mix dan peningkatan volume penjualan dengan judul : Pandangan Ekonomi Islam Terhadap Pengaruh Marketing Mix Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Rumah Jahit Akhwat (RJA) Kecamatan Panakkukang Kota Makassar.
B.  Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus
1.    Fokus Penelitian
Rencana penelitian ini berjudul “Pandangan Ekonom Islam Terhadap Pengaruh Marketing mix  Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Rumah Jahit Akhwat (RJA) Kecamatan Panakkukang Kota Makassar”. Oleh karena itu maka penelitian ini akan difokuskan pada pandangan ekonomi islam terhadap marketing mix yang dilakukan oleh Rumah Jahit Akhwat kota Makassar.
Untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi penelitian ini serta menghindari adanya ketidakpahaman, maka penulis memberikan pengertian terhadap kata-kata yang dianggap penting dalam judul tersebut sebagai berikut:
a.       Menurut Philip Kotler, pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan sesuatu yang diperlukan dan diingina dengan menciptakan, menawarkan, dan saling bertukar produk dan layanan yang bernilai secara bebas.[6]
b.      Pengertian bauran pemasaran (marketing mix) menurut Sofjan Assuari merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.[7]
c.       Volume penjualan
Menurut Rangkuti volume penjualan adalah pencapaian yang dinyatakan secara kuantitatif dari segi fisik, volume atau unit suatu produk. Volume penjualan merupakan suatu yang menandakan naik turunnya penjualan dan dapat dinyatakan dalam bentuk unit, kilo, ton atau liter.[8]
Volume penjualan merupakan jumlah total yang dihasilkan dari kegiatan penjualan barang. Semakin besar jumlah penjualan yang dihasilkan perusahaan, semakin besar kemungkinan laba yang dihasilkan perusahaan.
2.    Deskripsi Fokus
Berdasarkan pada fokus penelitian dari judul tersebut di atas, dapat dideskripsikan berdasarkan permasalahan dan pendekatan penelitian ini, bahwa marketing mixyang dilakukan Rumah Jahit Akhwat dalam meningkatkan volume penjualan merupakan suatu upaya konkrit yang dilakukan untuk memengaruhi strategi bauran pemasaran Islami terhadap para pengusaha lain untuk mewujudkan pengusaha yang memiliki sikap dan perilaku yang terpuji
C.  Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang yang telah dipaparkan diatas, dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai barikut bagaimana pandangan ekonomi Islam terhadap pengaruh marketing mix dalam meningkatkan volume penjualan produk Rumah Jahit Akhwat (RJA) kecamatan Panakkukang kota Makassar?
D.  Kajian Pustaka
Kajian pustaka yang dimaksud dalam skripsi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan masalah pokok yang dibahas daam teori yang ada didalam buku dan hanya mengacu pada pandangan ekonomi islam terhadap pengaruh marketing mix dalam meningkatkan volume penjualan produk Rumah Jahit akhwat (RJA) kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Maka peneliti menggunakan beberapa penelitian terdahulu yang memiliki kemiripan dengan judul yang diambil peneliti. Penelitian-penelitian tersebut diantaranya:
1.       Penelitian yang telah dilakukan oleh Dwi Lestari yang  berjudul “Strategi Bauran Pemasaran ( Marketing Mix) Produk Lumpia Bom Pespektif Ekonomi Islam (Studi Kasus CV. Extra Pedas Purwokerto)”. Dari hasil penelitian tersebut strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh CV. Extra Pedas Purwokerto sudah cukup bagus, namun masih ada unsur bauran pemasaran yang masih perlu diperbaiki, yaitu aspek promosi. Dimana CV Extra Pedas Porwokerto menggunakan kata-kata yang berlebihan untuk menarik pembelinya yaitu dengan menggunakan kata-kata “Lumpia Bom merupakan makanan unik khas Banyumas”. Hal ini tidak benar adanya, karena makanan ini belum terdaftar pada Kabupaten Banyumas sebagai makanan khas daerah Banyumas.[9]
2.      Penelitian yang telah dilakukan oleh Ni’matul Maula yang berjudul “Strategi Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Sandal Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Sandal Bandol Nanang Collection Di Desa Kebenaran, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas)”. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur dalam bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, distribusi dan promosi yang diterapkan oleh produsen Nanang Collection sudah sesuai dengan konsep ekonomi Islam. Strategi bauran pemasaran yang diterapkan home industry Nanang Collection mempunyai dampak terhadap volume penjualan produknya. Dapat diketahui bahwa volume penjualan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa strategi bauran pemasaran yang digunakan oleh home industry Nanang Collection memberikan dampak positif bagi perusahaan.[10]
3.      Penelitian yang dilakukan oleh Nurdyansah yang berjudul “Penerapan Strategi Bauran Pemasaran Dalam Pespektif Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam (Studi Kasus pada Usaha Kecil Tahu Jawa di Desa Branggahan-Kediri”. Dalam penelitian ini, penerapan strategi bauran pemasaran Tahu Jawa di Desa Branggahan-Kediri belum optimal baik dilihat dari perspektif ekonomi konvensional dan ekonomi Islam karena masih menggunakan teknik personal selling, yaitu dengan berjualan keliling pada proses pemasarannya.[11]
4.      Penelitian yang dilakukan oleh Siti susanti yang berjudul “Analisis  Strategi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor PT. Federal Internasional Finance (F.I.F) Syariah Ditinjau dari Perspektif Islam”.  Dalam penelitian ini, konsep strategi yang digunakan PT F.I.F Syariah yaitu dengan konsep office channeling. Tersedianya layanan syariah di setiap dealer-dealer Honda yang tersedia di seluruh daerah dengan 124 cabang F.I.F Syariah dan 300 cabang pembantu di Indonesia.[12]
E.  Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan ekonomi Islam terhadap pengaruh marketing mixdalam meningkatkan volume penjualan produkRumah Jahit Akhwat (RJA) kecamatan Panakkukang kota Makassar.
2.    Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:
a.    Secara teoritis
1)   Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dibidang ekonomi khususnya masalah  yang berkaitan dengan marketing mixIslami
2)   Hasil penelitian ini digunakan sebagai referensi untuk kegiatan penelitian sejenis pada waktu yang akan datang.
b.      Secara Praktis
1)   Diharapkan dapat memberikan informasi yang konstruktif guna dijadikan bahan masukan bagi pemilik Rumah Jahit Akhwatdalam menerepkan marketing mix untuk meninkatkan volume penjualan.
2)   Diharapkan kepada perusahaan lain untuk mengamplikasikan bagaimana marketing mix yang telah diterapkan oleh nabi Muhammad saw.


[1] Michael Porter. Keunggulan Bersaing, (Jakarta; Erlangga,1994), h. 2
[2] Depertemen Aagara RI, Al-uran dan Terjemahannya, (Bandung: PT. Sygma Examedia Arkanleema, 2009), h.558
[3] Prof. Dr. H. Indri, M.Ag. Hadis Ekonomi : Ekonomi dalam Perspektif Hadis Nabi (Jakarta; Prenadamedia group,2015), h. 263
[4] Prof. Dr. H. Indri, M.Ag. Hadis Ekonomi : Ekonomi dalam Perspektif Hadis Nabi, h. 263
[5] Basu swastha DH. SE.,MBA. dan Ibnu Sukatjo W. SE., Pengantar Bisnis Modern : Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern edisi ketiga, (Yogyakarta: Liberty Yogyakarta, 2007), h. 179
[6]Arif Yusuf Hamali, Pemahaman Strategi Bisnis dan Kewirausahaan Edisi Pertama. (Jakarta:Prenadamedia Group, 2016), h.196
[7] Sofjan Assuari, Managemen Pemasaran dasar, konsep dan strategi, (Jakarta:Rajawali Pers, 2015), h.198
[8] Freddy Rangkuti,  Strategi Promosi Yang Kreatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009), h. 207
[9]Dwi Lestari, Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix) produk Lumpia Bom Perspektif Ekonomi Islam (Studi Pada CV. Extra Pedas Purwokerto) (Purwokwrto:  STAIN Purwokerto, 2014)
[10]Ni’matul Maula, Strategi Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Sandal Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Sandal Bandol Nanang Collection Di Desa Kebenaran, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas) (Purwokerto:IAIN Purwokwrto, 2016)
[11]Nurdyansah, Penerapan Strategi Bauran Pemasaran dalam Perspektif Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam (Studi Kasus pada Usaha Kecil Tahu Jawa di Desa Branggas-Kediri)(Malang: UIN Malang, 2008)
[12]Siti Susanti, Analisis  Strategi Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor PT. Federal Internasional Finance (F.I.F) Syariah Ditinjau dari Perspektif Islam, (Jakarta:UIN Syarif Hidayatullah, 2010)

Pandangan Ekonom Islam Terhadap Pengaruh Marketing mix Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Rumah Jahit Akhwat (RJA) Kecamatan Panakkukang Kota Makassar

BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Indonesia sebagai negara berkembang mengalami perubahan dari negara bercorak agraris menuju...